Sejak kapan saya mulai menulis? yang pasti sejak saya mulai belajar huruf dan menyusun kata ketika masih SD kelas 1 dulu. Menulis yang sangat sederhana satu kata dua kata, sampai akhirnya ketika kelas 5 SD saya mewakili sekolah dan kecamatan untuk mengikuti lomba pelajar teladan tingkat SD sekabupaten. Saat itu saya mendapatkan tugas untuk membuat karangan tulisan karena salah satu yang akan menjadi penilaian adalah karangan yang saya buat. Saya mulai belajar merangkai kata sesuai kaidah bahasa Indonesia, menulis dari satu paragraf ke paragrag yang lain dengan menggunakan huruf tegak bersambung. Mudah? Sama sekali tidak. Saya merasakan kesulitan yang luar biasa untuk merangkai kata demi kata, dan saat itu nilai saya jeblok di karangan yang saya buat. Pengalaman itulah yang membuat saya akhirnya semangat untuk belajar menulis dan merangkai kata, dari mulai menulis di diary sampai saya akhirnya mempunyai hobi menulis surat dengan sahabat pena saya di beberapa kita di Indonesia.
Pada saat saya duduk di bangku SMP, saat itulah saya mendapatkan juara 1 untuk mengarang di SMP saya. Tema-nya saat itu adalah hari kartini, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Senang bukan main ketika saya dipanggil ke depan lapangan ketika upacara, untuk menerima hadiah berupa kaligrafi indah, yang langsung saya pasang di kamar saya. Kegiatan menulis surat untuk sahabat pena masih menjadi hobi saya sama seperti ketika saya masih SD. Sahabat pena saya ada yang dari Aceh, Klaten, Jakarta dan Binjai.
Ketika SMA saya mulai rajin menulis diary, tulisan tentang keseharian saya. Apalagi ketika masa - masa SMA saya mulai berani mengakui pada diri saya ketika suka pada lawan jenis, dan semua itu saya tuangkan dalam diary saya dalam bentuk cerita. Saya menemukan kelegaan tersendiri ketika tulisan saya selesai dan bisa saya baca ulang kembali. Saya belum sampai pada tahap membuat cerpen atau membuat puisi yang seperti penulis - penulis lain. Saya hanya penulis untuk diri saya sendiri, menulis karena hobi dan saya menyukainya.
Ketika kuliah saya mulai mengenal friendster (benar tidak ya tulisannya), disitu disediakan ruang untuk menulis, seperti blog tapi menjadi satu bagian dari friendster, seperti semacam notepad. Semenjak mengenal friendster itu saya mulai rajin menulis di media "umum", yang bisa dibaca oleh orang lain. Sampai kemudian saya mengenal multiply dan akhirnya mengenal blog di tahun 2008. Tulisan - tulisan yang pernah saya tulis di friendster saya pindah ke blog dan saya pun mulai menulis hal - hal baru. Kesukaan saya menulis di blog tidak bertahan lama, karena blog saya lebih sering mati suri. Aktif beberapa lama lalu mati suri kembali, begitu seterusnya sampai akhirnya sekarang saya mengenal komunitas One Day One Post. Saya jadi lebih rajin menulis dan alhamdulillah mendapatkan sertifikat kelulusan sebagai peserta ODOP Batch 5. Semoga menjadi penyemangat untuk selalu menebar kebaikan melalui kata - kata yang saya rangkai dalam tulisan. Amiin.
#tantanganperjalananmenulis
#tantangan
#Onedayonepost
#ODOPbatch5
#kelasnonfiksi

Comments