Salah satu proses sakral dan dilakukan sekali seumur hidup bagi laki - laki adalah sunat atau khitan. Kebetulan saya punya anak lanang, pastinya harus siap menghadapi proses itu. Meskipun yang sunat anaknya, yang lebay dan deg - degan kok ya bundanya😁.
Raihan minta sunat sebenarnya sudah dari kelas 1 SD kemarin pas usianya masih 6,5 tahun, tapi saya belum tega. Setelah dia naik kelas 2 SD dan masih tetep ngeyel minta sunat, akhirnya saya janjikan liburan semester 1 bulan desember 2017. Senang bukan main dia, sudah nanya -nanya terus kapan liburan. Semangat bukan main ingin sunat, mungkin karena beberapa teman di perumahan sudah pada sunat jadi dia tidak takut dengan istilah sunat itu.
Akhirnya desember 2017 kemarin kita mudik liburan di nganjuk, sekalian sunat di rumah Kakung. Sengaja memang saya sunat raihan di nganjuk, karena sudah lama dia tidak ketemu keluarga di Nganjuk dan Kediri. Tidak banyak persiapan yang saya lakukan, karena Ibu saya sudah cukup pengalaman nyunatin adek saya dan keponakan. Kebetulan di dekat rumah ada mantri sunat kata ibu saya dan sudah pernah sunatin keponakan saya, jadi saya lebih tenang.
Metode apa yang dipakai untuk sunat Raihan?
Sesuai dengan rekomendasi Ibu saya, akhirnya saya memilih menyunatkan Raihan di mantri dekat rumah Ibu. Pilihan di sana hanya ada tekhnik konvensional atau tradisional, jadi saya ikut aja sesuai yang ada. Biayanya 300ribu, dapat obat 3 jenis (saya lupa apa saja obatnya).
Sebenarnya ada beberapa metode sunat yang nanti bisa menjadi pertimbangan kalo mau mengkhitan anak ya, diantaranya metode konvensional, cauter, laser, smart clamp dan bipolar. Untuk penjelasannya ada banyak kalo mau googling ya, sekalian dengan harga. Kalau yang paling terbaru metode pakai yang bipolar cutter, lebih aman tapi juga lebih mahal.
Bagaimana cerita saat proses sunat dan setelah disunat?
Raihan terlihat tenang ketika di dalam ruangan. Saya izinkan dia main game di hp sambil dengerin pak de-nya cerita untuk mengalihkan perhatian. Ayahnya belum bisa menemani, bis dari jakarta ke nganjuk kena macet,yang biasanya 20 jam jadi 30 jam.
Setelah sunat, 1 jam dia tenang karena ada obat bius, tapi setelahnya mulai merasakan nyeri dan hampir 30 menit nangis karena tidak bisa nahan sakit. Alhamdulillah setelahnya dia tidur nyenyak. Untuk proses penyembuhan, semua berjalan lancar, paling selesai buang air kecil agak drama sedikit, nangis terus bilang "bunda...perih". Jangan lupa untuk bekas pipis di lap tisu ya, pelan pelan saja.
Drama selanjutnya saat perban dibuka, dia teriak nahan sakit tapi hanya sebentar. Jadi nanti santai ya bu ibu..nyeri itu hanya sebentar. Yang penting setelah diperban jangan dikasih perban lagi meski hanya ditempelkan saja, karena nanti bisa nempel dan akhirnyaa drama lagi karena sakit saat perban mau diambil.
Dua hari setelah sunat raihan sudah mulai aktif bergerak,meski harus tetap diingatkan untuk hati hati menghindari tergesek dengan celana dalam atau sarung.
Pada saat proses penyembuhan, jangan lupa siapkan celana sunat minimal 3 buah untuk ganti ganti tiap hari biar selalu bersih. Kalo bisa celana sunat jangan dipakai terus menerus, karena luka sunat perlu diangin -angin biar cepat kering. Usahakan tidak mandi dulu ya, atau kalo mau bersih bersih badan cukup di"seko" dan untuk luka sunat jangan sampai terkena air ya.
Berapa lama proses penyembuhan?
Raihan perlu sekitar 10 hari untuk luka-nya kering. Saya sempat khawatir kok lama ya,tapi ternyata rata memang 10 - 15 hari jika memakai metode konvensional. Oh ya, saya juga beli obat cina untuk mempercepat luka sunat agar segera kering. Alhamdulillah setelah 10 hari Raihan sudah bisa masuk sekolah dan tidak pakai celana sunat lagi.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya untuk ibu - ibu yang anaknya akan sunat. Tidak keseluruhan bisa saya ceritakan di blog ini, jadi saya siap kapan saja kalo ada yang mau ajak sharing ini itu. Hehehe
Depok, 20 Februari 2018
#ODOPbatch5
#onedayonepost


Comments
@mba amelia :makasih doanya mba, iya dikampung murah dan alhamdulillah aman.
eh, tapi pinter ya diminta untuk sunat ngga nangis. Sehat dan solih ya nak...
BTW Nganjuknya dmn mbak? Dulu rumah eyangku juga Nganjuk, area Kauman deket alun2.