Sudah satu tahun ini di rumah ada kandang biru mungil yang berisi 3 ekor hamster kepunyaan anak - anak. Namanya boy, feto dan feti, saya juga tidak tahu dapat ide dari mana mereka kasih nama itu. Sebenarnya 3 hamster ini adalah hamster yang terakhir di kandang, dimana sebelumnya sudah berganti - ganti penghuni. Sempat salah satu hamster terdahulu yang bernama lani, melahirkan 6 bayi hamster. Afifah senangnya bukan main, tapi ketika ada pintu kandang yang terlupa tidak di tutup rapat, 4 bayi hamster yang sudah mulai jalan itu tiba - tiba hilang, keluar menyelinap. Anak - anak sempat nangis dan heboh, dan akhirnya itu menjadi pelajaran mereka untuk berhati - hati menutup pintu kandang.
Kenapa saya mengizinkan anak - anak memelihara hamster?
Awalnya saya menentang sekali keinginan anak - anak memelihara hamster. Saya tidak bisa membayangkan bau-nya dan kesibukan untuk membersihkan kandang. Belum lagi hamster ini mudah beranak - pinak. Sering sekali anak - anak meminta punya binatang peliharaan, mulai dari ikan, kucing, ayam, burung, hamster dan pernah juga sugar glade yang juga hilang. Pada akhirnya binatang peliharaan yang bisa bertahan lama cuma hamster ini saja. Suami juga mendukung anak - anak memiliki binatang peliharaan, membantu membersihkan kandang, memberikan makan dan bermain bersama anak - anak dengan binatang peliharaan mereka ketika pulang kantor atau hari libur.
Saya merasakan adanya manfaat pada anak - anak ketika mempunyai hewan peliharaan. Rasa tanggungjawab mereka terlatih, rasa memiliki hasmter - hamster ini menjadikan mereka selalu mengingatkan kami kapan harus membersihkan kandang dan memberi makan. Memiliki hewan peliharaan juga menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian pada diri anak - anak , rasa sayang ketika membelai dan menggendong hamsternya, perhatian ketika hamsternya terlihat lemas, dan perasaan sedih ketika akhirnya ada hamster yang mati. Satu hal lagi yang terlihat adalah ikatan antara ayah dan anak semakin erat ketika mereka bermain bersama hamster - hamster itu, bercanda dan tertawa. Anak - anak pun lebih percaya diri ketika membicarakan tentang binatang peliharaan yang mereka miliki kepada teman - teman mereka.
Hanya memang yang perlu menjadi perhatian khusus, selalu mengingatkan dan rajin - rajin membersihkan kandangnya. Terkadang suka lupa juga ganti serbuk atau bersihin samping - sampingnya dari tumpahan serbuk. Nah itu sangat beresiko untuk kesehatan di sekitar, jadi banyak kuman karena kurang menjaga kebersihan binatang peliharaan dan kandangnya.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya^^

Comments