Seminggu ini blog saya hanya sempat saya isi dengan tulisan dua kali, berbeda dengan hari - hari kemarin ketika saya masih ada tantangan ODOP, sehari sekali saya rajin menjamahnya. Ada apa dengan saya? Mendadak malas muncul kembali, belum ada semangat lagi untuk menulis dan seperti tidak ada waktu.
Saya coba bertanya pada diri saya sendiri, benarkah saya tidak ada waktu? Atau saya yang tidak bisa mengatur waktu saya. Yap, sepertinya memang benar jawaban yang terakhir, saya tidak bisa mengatur waktu saya. Ketika saya selesai mengerjakan tugas - tugas wajib saya sebagai seorang Ibu dan Istri, lalu ada waktu buat leyeh - leyeh, saya lebih suka menggunakan waktu kosong saya dengan stalking IG. Huh...bener bener unfaedah ya, dan itu berjam -jam kalau anak -anak sudah tidur. Kadang iri gitu lihat ibu - ibu lainnya yang masyaAllah produktif sekali, tapi kenapa saya bisa begini.
Hari ini pun saya masih sangat malas menulis. Ketika saya mengetik tulisan - tulisan di blog saya dengan handphone kesayangan, seperti yang biasa saya lakukan karena laptop saya rusak dari 4 bulan yang lalu, rasanya pikiran saya mengajak saya untuk segera membuka IG lagi. Haaaaah...saya sepertinya sudah kecanduan ya?, tidak bisa fokus dengan apa yang saya lakukan, apalagi ketika menulis blog ini, nulis 5 menit dan 10 menit buka IG. Parah kan????
Terus saya harus bagaimana? Jawabannya adalah saya harus memaksa diri saya. Memaksa diri saya untuk tidak peduli dengan media yang membuat saya kecanduan, meski itu berat sekali. Bukan hanya ngeblog yang terbengkalai, untuk tilawah yang target 1 juz tiap hari pun saya keteteran. Media yang bernama instagram ini benar - benar mengambil waktu saya, stalking beberapa account yang dramanya menyita perhatian saya. Drama apakah itu? Nanti lah saya akan cerita di blog ini, yang pasti bukan lambe turah atau mak mak nyinyir lainnya, karena saya sama sekali tidak tertarik dengan gosip mereka.
Bu ibu, musuh kita terbesar itu sebenarnya adalah diri kita sendiri. Mengalahkan kemalasan, mengalahkan ketidakdisiplinan dan kelemahan untuk menghindari kesenangan - kesenangan yang tidak berfaedah. Akan begini terus sampai kapan? Padahal jika mau akan banyak potensi yang bisa digali dari ibu - ibu yag katanya hanya ibu rumah tangga ini.
Lalu kenapa saya menulis ini? Karena saya ingin tulisan ini menjadi penyemangat dan menjadi pengingat, bahwa ketika satu jam saya bersenang -senang dengan stalking instagram atau twitter saya, saat itu saya mengurangi kesempatan saya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan pada akhirnya saya menjadi Ibu Rumah Tangga yang tidak berkembang baik produktivitasnya ataupun ilmunya. Harus terus berbenah diri, harus terus semangat memperbaiki diri.
#ODOPbatch5
#kelasnonfiksi
- #Onedayonepost
Comments
https://ezzyhhijabstore.blogspot.co.id/