Setelah 6 bulan resign baru kali ini saya sempat membuat tulisan di blog tentang pilihan hidup saya ini^^.
Saya resign akhir bulan juni 2017 kemarin, tepatnya setelah 10 tahun ( ga tepat 10 tahun sih, lebih beberapa bulan) saya berkarir di dunia kantoran yang hour office dari jam 8 pagi - 5 sore. Bukan sebuah keputusan yang mudah, karena 10 tahun menjalani menjadi wanita karir pasti banyak hal yang saya alami, bukan hanya soal materi tapi juga eksistensi saya sebagai wanita yang totalitas dibidang pekerjaan saya saat itu, di dunia HR ( Human Resources). Ah..kalo ingat lagi, saya mikir juga..sudah 6 bulan ini saya benar benar lepas dari dunia ke HR-an , masih inget ga ya kalo harus di kasih tugas tugas kaya dulu...hihihi.
Saya faham kenapa banyak ibu bekerja yang galau dengan posisi mereka sebagai ibu bekerja tapi mempunyai anak anak yang masih butuh perhatian ekstra di rumah, karena saya pun mengalami hal yang sama. Tapi tidak bisa juga digeneralisir ketika satu orang bisa memutuskan untuk resign terus yang lainnya juga sebenarnya bisa untuk resign. Kondisi rumah tangga tiap orang berbeda,baik dari sisi anak, suami, kebutuhan rumah tangga ataupun faktor eksternal dan internal lainnya.
Buat diri saya pribadi, ketika saya resign berarti itulah keputusan yang harus saya ambil dengan mempertimbangkan banyak hal , dan itu bukanlah keputusan yang saya ambil seminggu atau 2 minggu. Saya butuh 3 tahun untuk memantapkan hati saya, menyiapkan mental dan juga memastikan bahwa saya tidak terseok seok dengan keuangan keluarga ketika saya memutuskan resign. Dengan status saya adalah pekerja tetap di salah satu anak perusahaan Telkom, posisi saya pun sudah assisten manager yang dalam hitungan bulan saya seharusnya diikutkan fit n proper tes manager, plus baru tahun kemarin saya mendapatkan penghargaan the best employee 2016, fyuhhh..benar benar hal yang tidak mudah buat saya. Namun ketika saya melihat bahwa saat ini resign bukan saja pilihan tapi sebuah kewajiban yang harus segera saya lakukan untuk berada di rumah full untuk anak anak dan suami, menjadikan saya lebih mantap untuk mengajukan surat pengunduran diri tepat di akhir maret 2017 ( 3 bulan dari tanggal resign saya).
Nanti saya akan sempatkan untuk menulis hal apa saja yang saya siapkan ketika saya memutuskan untuk resign yach....hehe..semoga secepatnya.
Terus gimana sekarang? Alhamdulillah saya merasakan nyaman yang diluar ekspetasi saya^^, dekat selalu dengan anak - anak dan suami yang semakin terlihat bahagia ketika saya full dirumah. Tidak perlu risau dengan rezeki karena insyaAllah cukup itu dari bagaimana kita mensyukuri setiap yang allah berikan. Tidak perlu melihat terus ke atas, tidak perlu kemrungsung untuk memenuhi keinginan ini itu yang diluar kemampuan, karena keinginan itu belum tentu apa yang kita butuhkan.
Depok
14 Januari 2018
Comments