Sungai Kalimas, jalan Kayoon, saat itu....
Anak perempuan berusia sekitar 9 tahun itu sudah lama tidak saya lihat di tempat kami biasa mengajar mengaji anak anak jalanan di sekitar kayoon, padahal dia adalah salah satu anak yang rajin meski pagi harus sekolah dan membantu neneknya mencari tambahan untuk makan. Ketika akhirnya salah satu murid ngaji kami menginfokan kalo anak ini sedang sakit dan sudah lama tidak sekolah.
Akhirnya kami mendatangi rumahnya untuk menjenguknya....ah..mungkin bukan rumah ya, tapi semacam gubuk di pinggiran sungai dengan tempat tidur yang menjadi satu dengan ruang tamu. Dia hanya tinggal dengan nenek dan ayahnya, karena orang tuanya sudah bercerai dan ibunya tinggal dengan suami barunya.
Neneknya menemui kami, dengan wajah sedihnya bahwa anak perempuan ini saya panggil saja "euis" sudah 1 minggu tidak bisa berjalan, dan merasakan nyeri di sekitar pahanya. Kami tanpa berpikir panjang langsung membawa euis ke ke rumah sakit Dr. Sutomo. Malam malam kami bawa anak itu..dan kaget ketika kami di info oleh dokter kalo euis terkena virus yang membuat dia harus menjalani operasi, dengan resiko kelumpuhan apabila operasi itu tidak segera dilakukan.
Neneknya menemui kami, dengan wajah sedihnya bahwa anak perempuan ini saya panggil saja "euis" sudah 1 minggu tidak bisa berjalan, dan merasakan nyeri di sekitar pahanya. Kami tanpa berpikir panjang langsung membawa euis ke ke rumah sakit Dr. Sutomo. Malam malam kami bawa anak itu..dan kaget ketika kami di info oleh dokter kalo euis terkena virus yang membuat dia harus menjalani operasi, dengan resiko kelumpuhan apabila operasi itu tidak segera dilakukan.
Kami, yang saat itu hanya mahasiswa...akhir bulan lagi, dengan keuangan yang sangat menipis untuk patungan DP Rumah sakit akhirnya mengeluarkan semua yg kami punya, uang di dompet dan isi atm dikumpulkan untuk DP pengobatan, sambil kami usahakan uang pengobatan seluruhnya. Jam 12 malam saya baru pulang dengan teman akhwat saya, dan teman ikhwan saya tetap tidur di RS untuk menunggu persiapan operasinya.
Masih panjang cerita ini, sampai kami berusaha untuk mengumpulkan biaya pengobatan dari memasang di surat pembaca jawa pos, menyebarkan kotak sumbangan, minta bantuan dari dosen dosen kami dan alhamdulillah terkumpul 11 juta pada saat itu, lebih dari biaya yang kami perlukan untuk membayar biaya operasi euis.
Tidak bisa saya gambarkan bagaimana rasa di hati saya saat itu....perjuangan teman teman satu divisi dan satu organisasi di Univ airlangga angkatan saya^^. Saya hanyalah bagian kecil dari mereka...yang begitu banyak terinspirasi oleh segala hal positif yang teman teman saya lakukan.
Suatu saat jika ada kesempatan, saya ingin mendatangi tempat itu lagi..yang mungkin sekarang sudah berubah sangat banyak...hampir 13 th belum pernah saya kunjugi. Tempat dengan kenangan yang sampai saat ini membuat saya terharu dan merindukan teman teman yang begitu luar biasa.
Dpk, 22 Januari 2018
#onedayonepost#ODOPbatch5
Comments