" ria, kapan nikah?", " udah ada calon belum?", "kok belum nikah.....nunggu apa lagi?", " kamu sih, pilih2..kapan nikahnya?"..." emang dijakarta ga ada yang cocok ya?"..dan masih banyak lagi pertanyaan - pertanyaaan sejenis yang membuatku harus bersiap siap menjawab secara diplomatis..so..biar ga semakin di pojokin...hikiikikiki ( singkat padat dan jelas akhirnya ak jawab..."nunggu jodohku datang")
Begini lho sodara - sodara.....kalo di liat dan di analisa tentangku saat ini:
- usiaku udah hampir seperempat abad ..dan emang pantas buat di tanya kapan nikah:), tapi menurutku secara pribadi....belum terlalu tua juga kan kalo aku masih menikmati lajangku:):) setuju??????
- berbicara soal jodoh itu emang ga semudah seperti membeli hp atau barang di supermarket, atau baju dan sepatu mungkin.....yang aku bebas milih2 kalo cocok tinggal ambil.....hedehhhhh....la' banyak nanti suamiku...( asyikkkkkk...husshhh)
- soal pertanyaan yang "kamu sih ri...pilih2"......lah, pastilahh...masa' suami buat seumur hidup sekali ga pilih - pilih....tapi ya bukan yang harus sempurna atau yang harus ganteng..kaya....pintar atau sebangsanya. Bukankah katanya kita menikah untuk saling melengkapi ketidaksempurnaan. aku sih berkeyakinan aja, kalo dah jodohku, seperti apapun dia pasti aku akan klik, dan dia juga akan klik denganku, seperti apapun dia....iya tak????" emang harus sabar menanti tho"
- Allah yang maha tau kapan waktu yang tepat buatku....dan bersyukur mungkin saat ini Allah sedang memberikan aku waktu untuk mempersiapkan hati, mental, jiwa dan kesiapan finansialku untuk menikah....so...semakin mantang insyaAllah semakin baik, dan aku ga boleh sia2kan ... bener ga??, jadi aku ga punya kekuatan apa2 buat nentuin kapan aku nikah....ya aku cuman bisa berdoa aja ..:)
- target..target.... 20 09 2009, 09 09 2009, 07 08 2009, 10 10 2010, 08 09 2010...pokoknya tanggal2 cantik dehhh...hahahhaa, becanda atuuhhh. sebagai wanita aku tidak semudah laki2 menetukan target, lah kan aku tinggal nunggu di lamar...cocok, jodoh trus nikah. jadi ya..santai aja......:)
ya beginilah.....tinggal berdoa dan berusaha...menikmati lajang dengan bahagia^_^.ntar kalo jadi istri kan dah ga bisa ngrasain lajang lagi..^_^, dan harus siap2 untuk ikut kemana suami pergi:)
caranya...????ya menurutku sih sekarang ini...aku harus jadi muslimah yang baik dulu, dan biar Allah yang berkuasa menentukan takdirku...
Note : dengan senyum- senyum nulis blog ini...:):)
Comments
Sakinah, mawaddah wa rahmah (Samara) adalah seuntai kata yang banyak didamba setiap keluarga. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang melangkah membangun mahligai rumah tangga tanpa mengharapkan terwujudnya ketenteraman, cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya kelak.
Di surat An-Nisa ayat pertama diatas, mengandung pesan yang lebih khusus mengenai tuntutan sekaligus tuntunan membina rumah tangga samara.
Pertama, Taqwa dalam hal terkait dengan aspek Rububiyah. Bahwa Allah SWT. telah menciptakan semua makhluk termasuk manusia berikut pasangannya. Karena itu manusia tidak perlu galau dan gelisah dalam masalah jodoh, apalagi melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya. Yang diperlukan adalah persiapan diri untuk menerima jodoh dari Allah sesuai kufu-nya pada saat itu.
"Maha suci Rabb yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik segala yang ditumbuhkan bumi, diri mereka (manusia), maupun apa-apa yang tidak mereka ketahui". (QS. Yaasin: 36).
Jika seorang ingin mendapat pasangan yang shalih atau shalihah, maka dia harus mengondisikan diri untuk menjadi pribadi yang shalih atau shalihat. Sebab Allah swt tidak mungkin menzhalimi hamba-hamba-Nya.
Dia Maha Adil, dan hanya mempertemukan jodoh dengan kualitas yang sesuai dengan kualitas ketaqwaan pasangannya pada waktu itu. Pasangan kita adalah cermin diri kita sendiri. Bagaimana kondisi keshalihan atau keshalihatan pasangan kita, begitulah kondisi kita ketika mendapatkannya.
Disamping itu, Allah lah yang berkehendak apakah seseorang itu akan diberi keturunan atau tidak. Sehingga, rumah tangga tidak perlu goyah hanya lantaran suara tangisan bayi belum juga kunjung terdengar.
Dia pula yang menentukan apakah rumah tangga itu dikaruniai keturunan berupa anak laki-laki atau anak perempuan. Semua sama dimata Allah. Tidak ada hak bagi anggota rumah tangga itu untuk kecewa.
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahi kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki), dan Dia menjadikan mandul siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (QS. Asy-Syura [42]: 49-50).
Kedua, adalah taqwa yang berkait dengan aspek uluhiyyah. Bahwa ketenteraman batin dan kasih sayang yang hakiki yang dirasakan seseorang di dalam pernikahan merupakan kepuasan psikologis yang tidak mungkin didapatkan diluar pernikahan.
Ikatan cinta kasih antara suami-isteri, akan sangat berbeda dengan ikatan cinta antara teman. Ikatan ini mengandung rahasia yang hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Allah SWT adalah Sang Penyatu hati. Maka kepada-Nyalah kita memohon dipadukan hati, dan memohon mawaddah dan rahmah-Nya.
Sedangkan di dalam surat Al-Ahzab ayat 70-71, terkandung pesan agar selalu menjaga perkataan dan sikap atau perilaku yang benar dalam berumah tangga. Inilah resep membangun rumah tangga samara yang dibingkai oleh nilai-nilai taqwa.
Insyaallah bermanfaat buat ria..amien
Dan jika kita benar-benar mencintai Allah dengan kesungguhan hati, maka proses "rasa kasih sayang" untuk makhluk ciptaan-Nya akan terbentuk dalam hati kita.
Selain itu, jati diri kita sebagai seorang Muslim dan Muslimat akan tampak lebih kokoh serta mampu menjalani syariat-syariat Islam yang diridhai dan di berkahi oleh Allah SWT.
salam,
prima
"jadi keder sendiri waktu dilamar.. padahal sebelumnya gencar ngomongin meritt!!"